Selasa, 02 Desember 2014

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji Tamattu





Secara umum jamaah haji indonesia mengerjakan ibadah haji tamattu, haji tamattu adalah haji yang pelaksanaan umrahnya di kerjakan dalan bulan haji secara terpisah dari pekerjaan hajinya ( setelah lukar dari umrah sebelum ihram haji, boleh bersenang-senang seperti memakai minyak wangi, menggauli istri ). perlu di ingat bagi orang yang mengerjakan haji tamattu berkewajiban membayar dam berupa unta / sapi / kambing atau berpuasa sepuluh ( 10 ) hari, tiga hari berturut-turut di waktu haji dan tujuh hari berturut-turut ketika setelah pulang kerumah.
Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu
Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu meliputi perkerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
1.   Mengerjakan umrah dalam bulan haji lalu lukar, adapun prakteknya seperti
     dalam bab umrah dan tawaf
2.   Pada hari tarwiyah ( tanggal 8 dzul hijjah ) mengerjakan haji di mulai dengan :
a.   mandi seperti mandi jinabat
b.   memakai pakaian ihram
c.   shalat sunah dua rakaat di pondokannya/hotelnya masing-masing
d.    membaca niat haji contoh :  لبيك الله اللهم حجا
3.   Berangkat menuju arafah untuk mengerjakan wukuf pada tanggal sembilan ( 9 ) dzul hijjah
4.   bermalam di muzdalifah pada malam tanggal 10 dzul hijjah
5.   melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 dzul hijjah waktu dhuha
     dilanjutkan menyembelih, cukur dan lukar
6.   mengerjakan tawaf ifadah dilanjutkan sai safa marwah
7.   pada malam tanggal 11 sampai 13 dzul hijjah bermalam di mina dan siang harinya melempar jumrah ula, wustho dan aqabah adapun waktunya setelah tergelincirnya matahari sampai sebelum terbenamnya matahari. Bagi yang nafar awal ( pulang lebih awal ) pekerjaan mabit ( bermalam ) dan melempar tiga jumrah itu cukup sampai tanggal 12 dzul hijjah, dan sebelum matahari terbenam sudah harus meninggalkan mina
8.   sebelum pulang mengerjakan tawaf wada



Tata cara Ibadah Haji Ifrad
Biasanya ibadah haji ifrad dikerjakan oleh wanita yang berhalangan dan jamaah-jamaah yang tidak bisa mengerjakan haji tamattu’, haji ifrad adalah haji yang umrahnya di kerjakan di luar bulan haji, boleh sebelum atau sesudahnya dan tidak berkewajiban membayar dam adapun tata cara ibadah haji ifrad adalah sebagai berikut :
1.    Mandi seperti mandi jinabat
2.    Memakai pakaian ihram
3.    Shalat sunah dua rakaat di miqat
4.    Membaca niat haji contoh :  لبيك الله اللهم حجا
5.    Berangakat menuju arafah untuk mengerjakan wukuf dan di dalam   perjalanan memperbanyak membaca talbiah
6.    Wukuf di arafah pada tanggal Sembilan / 9 dzul hijjah
7.    Bermalam di muzdalifah pada malam tanggal sepuluh / 10 dzul hijjah
8.    Melempar jumrah aqabah pada tanggal sepuluh / 10 dzul hijjah waktu dhuha di lanjutkan menyembelih, cukur dan lukar
9.    Mengerjakan tawaf ifadah di lanjutkan sai safa marwah
10.    Pada tanggal 11-12-13 dzul hijjah bermalam di mina dan siang harinya melempar jumrah ula, wustho, aqabah adapun waktunya setelah tergelincirnya matahari sampai sebelum terbenamnya matahari, bagi yang nafar awal pekerjaan mabit dan melempar 3 / tiga jumrah cukup sampai tanggal 12 dzul hijjah, dan sebelum matahari terbenam sudah meninggalkan wilayah mina
11.    Mengerjakan umrah di luar bulan haji
-    Kalau mengerjakan umrahnya di kerjakan setelah haji, maka bagi yang nafar awal umrahnya bisa dimulai pada malam tanggal 13 dzulhijjah dan bagi yang nafar akhir pada malam tanggal 14 dzul hijjah
14. menjelang pulang mengerjakan tawaf wada.
Perjalanan Ibadah Tawaf dan Umroh



Ibadah haji dan umroh semuanya melalui kegiatan ibadah tawaf di baitullah, rangkaian dari tawaf adalah berputar mengelilingi baitullah sebanyak tujuh kali putaran di lanjutkan sholat sunnah thoaf sebanyak dua rakaat di belakang maqom ibrahim. Tawaf di mulai dari hajar aswad dengan mengecup atau mengusap atau isyarah sambil membaca takbir ( allahu akbar / bismillah allahu akbar ) lalu berputar kearah kanan menuju rukun yaman dengan membaca doa : Subhanallah walhamdulillah walaailahaillalloh wallohu akbar walahaula wala quwwata illa billah.
setelah sampai di rukun yaman ( pojok ka'bah yang mengarah ke yaman ) sambil membaca takbir lalu berjalan menuju hajar aswad dengan membaca doa :
Allohumma inni asalukal afwa walafiata fiddunya wal akhiroh robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar.
Pekerjaan atau amalan ini di kerjakan sebanyak tujuh kali putaran berakhir dia hajar aswad, setelah selesai lalu menuju belakang maqom ibrohim untuk melaksanakan  sholat sunnah thoaf dua rokaat, dan sebelum sholat membaca :
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم – بسم الله الرحمن الرحيم – واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى
Pada rokaat pertama sunnahnya membaca surat alkafirun dan rokaat kedua sunnahnya membaca surat al-ikhlash. sesudah sholat bebas membaca doa yang di kehendaki.

Perlu di ingat bahwa orang yang
mengerjakan thowaf harus dalam keadaan suci dan punya wudhu apabila di tengah pekerjaan thowafnya batal maka putaran yang telah di kerjakan tetap di hitung dan setelah wudhu menambah kekurangan hitungan putaran thowafnya dan di mulai dari dia batal atau mungkin terdesak sehingga terlempar/berhenti jauh dari posisi sebenarnya, demikian juga ketika terputus dengan sholat wajib.
Ibadah Umrah
Ibadah umrah adalah mendatangi ka’bah untuk melaksanakan thowaf, sai sofa marwah dan di akhiri dengan cukur gundul / menggunting rambut kemudian lukar.
Penjelasan praktek umrah
1.    Mandi seperti mandi jinabat
2.    Berpakaian ihrom
3.    Sholat dua rokaat di miqot
4.    Membaca niat umrah, contoh : لَبَّيْكَ اللهَ عُمْرَةً
5.    Membaca talbiah mulai dari miqot sampai hajar aswad ( dalam perjalanan menuju masjidil harom ) لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
6.    Melaksanakan tawaf di baitullah di lanjutkan sholat sunnah thowaf dua rokaat di belakang maqom ibrohim.

7.    Mengerjakan sai sofa marwah
Sebelum menuju bukit sofa di sunahkan mengecup / mengusap / isyaraoh pada hajar aswad, dan ketika akan naik bukit shofa membaca :
اعوذ بالله من الشسطان الرجيم – بسم الله الرحمن الرحيم – إن الصفا والمروة من شعائر الله
Di atas bukit berdiri menghadap baitullah dan berdoa :
الله اكبر الله اكبر، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Artinya : (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan yang ber-hak disembah selain Allah Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, mem-bela hambaNya (Muhammad) dan menga-lahkan golongan musuh sendirian.)
Di ucapkan tiga kali dan boleh ditambah doa-doa lain.
Kemudian turun dari bukit sofa menuju bukit marwah. Ketika sampai di tempat bekas banjir lari kecil / ngincik sambil berdoa : رب اغفرلي وارحم ( وأنك ) الاعز الاكرم


8.    Di bukit shofa mengerjakan seperti yang di kerjakan di bukit sofa.
Perjalanan dari bukit shofa sampai bukit marwah di hitung satu kali, demikian pula dari bukit marwah ke bukit sofa di hitung satu kali, begitu seterusnya sampai tujuh kali, berarti hitungan ketujuh berakhir di bukit marwah.

9.    Cukur gundul / menggunting rambut kemudian lukar.
Demikianlah rangkaian perjalanan
ibadah tawaf dan umrah dalam islam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar