Minggu, 22 November 2015

Syiah dan Iran



, Iran adalah salah satu negara Syiah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi (Islam) Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, seorang pemimpin besar Syiah. Namun, pernahkah kita bertanya, “Mengapa Syiah itu berpusat di Iran dan tidak di negara lain?”
Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi. Parsi merupakan sebuah kerajaan yang besar dimana mayoritas penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api, atau lebih dikenal sebagai Zoroasterisme). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda, kerana memang kota-kota di Parsi indah dan subur, serta peradabannya cukup maju pada masa itu.
Pada abad ke-7 Masehi, ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuatan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia, Islam tampil sebagai ‘rising star’ di bawah pimpinan Umar Al-Khattab. Ketika itu, Umar mengembangkan wilayah Islam hingga ke Parsi, dimana pada ketika itu Parsi bernama Sassania. Pertempuran tentara Islam melawan tentara Parsi yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah, di antaranya Saad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi, Rustum. Parsi akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan lagi kerajaan Parsi sekaligus menenggelamkan Kaisar Parsi ke ambang kehancuran. Akhirnya kerajaam Parsi benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masehi.
Pada ketika itu, banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka menyusun rencana demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampuradukkan aqidah Majusi dan Yahudi.
Dan di antara rencana itu adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan kerajaan Majusi Kaisar Parsi. Itulah mengapa Syiah benar-benar benci kepada Umar Al-Khattab. Kebencian yang amat sangat itu bisa dilihat dengan pengagungan Abu Lu’luah (pembunuh Khalifah Umar) dengan gelar ‘Bapak Pembela Agama’
Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin sejurus setelah kejatuhan Kaisar Parsi. Puteri Kaisar itu akhirnya dinikahkan dengan Hussein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, karena ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Hussein bin Ali. Hussein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.
Di sini terjawablah sudah mengapa Syiah berpusat di Iran. Syiah adalah agama yang ‘dilahirkan’ untuk membalas dendam kekalahan Kaisar Parsi terhadap Islam. Syiah adalah simbol hasad dan kemarahan kaum Parsi kepada bangsa Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya. [Sumber: Hazis]

Uban dapat dihilangkan dengan kulit kentang




Uban umumnya hanya datang pada mereka yang berusia lanjut. Sebab uban sendiri menjadi penanda bahwa pigmen rambut sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Oleh karena itu helaian rambut Anda pun menjadi berubah warna menjadi abu-abu cenderung putih.

Namun sepertinya, pada saat ini tidak hanya orang tua saja yang memiliki uban. Sebab mereka yang berusia muda pun juga memiliki uban secara dini.

Untuk menyingkirkan uban, banyak dari Anda yang memilih untuk mencabut begitu saja uban Anda. Tak sedikit pula yang kemudian mengecat rambut menjadi berwarna gelap.

Dilansir dari healthmeup.com, ternyata ada cara alami untuk menyingkirkan uban. Cara tersebut adalah dengan merawat rambut Anda menggunakan kulit kentang.

"Setelah mencuci rambut hingga bersih, tuangkan air rebusan kulit kentang dan kemudian diamkan rambut Anda selama 20 menit. Setelah itu bilas kembali rambut Anda sampai bersih," saran penelitian ini.

Memang sampai saat ini belum ada penelitian yang menemukan kenapa air rebusan kulit kentang bisa membantu Anda dalam menyingkirkan uban. Namun tidak ada salahnya jika Anda mencobanya bukan?

Dieffenbachia, (Bunga Gatal)


Tanaman ini bernama Dieffenbachia, saat ini hampir setiap rumah yang memiliki pekarangan luas memiliki tanaman ini. Warnanya yang hijau khas membuat tanaman ini sering dijadikan penghias untuk mempercantik lingkungan sekitar rumah.

Tapi sayangnya, dibalik keindahannya, tanaman ini juga memiliki efek yang sangat berbahaya. Jika getahnya terkena kulit maka akan menyebabkan rasa gatal yang amat sangat.

Anak-anak dan hewan peliharaan yang mengunyah dieffenbachia akan merasakan beberapa gejala, seperti mati rasa yang berlangsung secara terus-menerus, iritasi mulut, air liur berlebihan, dan pembengkakan di area mulut. Bahkan yang paling fatal dapat menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tidak menanam tanaman ini di rumah sebagai tindakan pencegahan. Dieffenbachia dapat memiliki efek yang kuat pada beberapa orang, bahkan walaupun Anda hanya mengonsumsi dalam jumlah kecil.

Tanaman ini dapat menyebabkan kematian pada anak-anak hanya dalam waktu satu menit, sedangkan pada orang dewasa bisa bereaksi dalam waktu 15 menit. Bahkan jika Anda menyentuh tanaman ini lalu mengucek mata dengan tangan yang sama, hal tersebut dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Tetapi, jika Anda tetap ingin menanamnya di lingkungan rumah Anda, jangan lengah dan terus awasi anak-anak dan hewan peliharaan Anda untuk mencegah hal-hal negatif terjadi pada orang-orang yang Anda cintai.

Minggu, 01 November 2015

Makkah al-Mukarramah


Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji,[1] Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya. Bangunan Ka'bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.[2] 

Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung-gunung dengan bangunan ka'bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.